I'm Indonesian woman

Sunday, May 2, 2010

Lima Perilaku Menjengkelkan di Kantor

Hari ini udah rada siang gw ngopi, setelah beres2 ini itu dan sempetin mandi (krn gw orang yg paling males mandi apalagi jika lagi hawa dingin)..seperti biasa gw prefer buat menikmati capucino dr salah satu product kopi instant sambil mulai connect to internet. As usual window pertama yang gw buka YM, FaceBook, Yahoo.com, Google.com dan bla..bla..
Pas gw buka halaman depan news yahoo, gw nemu sebuah artikel yang lumayan menarik karena gw seperti ngebaca masalah yang gw alami sehari-hari dikantor tempat gw gawe.
gw cuma berpikir apa semua orang mengalami hal kaya gini ya?...
Atau..bahkan jangan2 ini ngomongin diri gw sendiri, gw termasuk slh satu dari org2 dibawah ini ga ya??...(waduh mampus dah kalo iya)

VIVAnews - Memiliki rekan kerja atau mitra dengan perilaku menyebalkan terkadang sangat tidak menyenangkan. Berkomunikasi atau bekerja sama dengan mitra kerja seperti itu menjadi pilihan terakhir dalam pikiran Anda.

Perkataan yang dilontarkan rekan atau atasan seringkali membuat tersinggung meski Anda telah melakukan tanggung jawab dan kewajiban. Kesalahan kecil saja, membuat atasan langsung menegur Anda. Atau, bisa juga rekan kerja meminta Anda melakukan sesuatu seperti layaknya seorang bos.

Seperti dikutip dari the Frisky, pakar kepemimpinan dan psikolog Sylvia LaFair membuka alasan di balik perilaku menjengkelkan rekan kerja. Menurutnya, perilaku menyebalkan di kantor berakar dari pengalaman yang dialami pada masa kanak-kanak.

Sylvia menawarkan teknik baru untuk mengidentifikasi asal-usul perilaku kerja yang buruk dan meredakan kebiasaan berbahaya tersebut. Langkah pertama mengidentifikasi pola kerja yang tak berfungsi di kantor. Setelah itu, lakukan perubahan secara menyeluruh.

Buku karangan Sylvia LaFair, 'Don’t Bring It To Work' menjelaskan beberapa jenis disfungsi prilaku dalam kerja serta penyebab luka dari masa kecil mereka.

1. Penganiaya (Persecutor)

Orang jenis ini tak segan mengatur hal-hal kecil dan memperhatikan pelanggaran-pelanggaran orang lain. Beberapa cirinya adalah email pasif-agresif yang cenderung menyalahkan orang lain.

Mengapa terjadi? Orang seperti ini tumbuh dengan pelecehan atau pengabaian dari orang tua.

2. Pura-pura (Denier)

Karyawan tipe ini tidak realistis dan berpura-pura tidak ada masalah dalam pekerjaan atau kondisi kantor. Saat keuangan kantor mengalami kerugian dan krisis berat, pendapat sebagian besar orang adalah "Perusahaan akan bangkrut". Mereka akan keukeuh dengan ucapan, "Akan ada bonus untuk semua orang!"

Kemungkinan terbesar dari tipe orang ini adalah mereka berasal dari keluarga yang takut membicarakan hal-hal tidak menyenangkan.

3. Penghindar (Avoider)

Dia adalah orang pertama yang menghindari atau keluar kantor setiap kali akan berlangsung rapat yang akan menyampaikan 'berita buruk' atau menjelang deadline. Sebabnya, di masa kanak-kanak, orangtua mereka terlalu menghakimi atau tidak memiliki hubungan kuat dengan orang tua.

4. Si Berprestasi (Super Achiever)

Orang seperti ini mendorong diri agar terus unggul dalam segala hal. Mereka memimpikan untuk selalu meraih keuntungan bagi dirinya. Orang seperti ini akan merasa gagal jika ada hal yang menyiratkan bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Jadi, sekuat tenaga, tipe seperti ini akan berusaha membuat orang lain terlihat buruk.

Di masa kecil, biasanya orang seperti ini memiliki pengalaman rasa malu atau tragedi dalam keluarga. Maka, mereka berusaha menebusnya dengan segala cara.

5. Martir

Orang ini melakukan pekerjaan semua orang. Mereka datang lebih awal setiap hari dan bekerja lembur setiap malam. Mereka juga bangga dan selalu menceritakannya kepada semua orang.

Alasan utama dari prilaku pekerja jenis ini adalah semasa kecil mereka mencoba untuk menyenangkan orangtua yang tidak menyukai impian mereka.

Apakah salah satu jenis terdengar akrab bagi Anda?

(umi)

Saturday, May 1, 2010

JUST PROLOG


A CUP OF COFFEE’ Yang dalam bahasa Indonesia berarti secangkir kopi. Ya, that’s right! Gw memang penggemar berat kopi, apalagi yang bercita rasa ‘latte’, kental, pahit, dan creamy. Tapi anehnya gw ga pernah tertarik buat mempelajari ‘apa itu kopi,jenis-jenis & macamnya, maupun berbagai macam racikan soal kopi’. Hehehe…bener2 aneh ya, atau barangkali belum tertarik untuk mempelajarinya.
Dari masa-masa masih kuliah, walupun gw ini cewe gw memang demen banget nongkrong di warung kopi kaki lima bersama temen2 gw cowo sambil ngopi dan ngomongin segala macam topik  bahasan. Mulai dari ngegossipin cewe cakep (ternyata…itulah yg diomongin cowo kl ngumpul), religi, sport, news sampe soal politik yg ter-uptodate. Seru banget kalo inget masa2 itu sepertinya hari2 gw always full field of exited things.
Sampe pada saat gw mulai gawe gw tetep penggemar kopi. Di pagi hari selalu gw sempetin buat minum kopi meski secangkir doank , di caffe sembari dapetin hot spot gratisan buat internetan, atau dirumah sebelum gw melakukan berbagai aktifitas di pagi hari. Gw sendiri ga tau, kenapa gw addict bgt dengan yang namanya kopi.Padahal sudah lewat 5 th ini hidup gw hidup clear, totally ninggalin cigarette dan nikotin. Seolah seperti ritual tiap hari yang even 1 kali pun ga boleh gw tinggalin meski cuma sehari. Badan serasa berat dan sakit semua kalau sehari aja harus gw lalui tanpa kopi. Mungkin ini akibat habit yg diwariskan almarhum bokap gw. Lebih kurang 6-7 th terakhir sebelum menghembuskan nafasnya yg terakhir almarhumah bokap gw masih tetap melakukan ritual ini sampai sehari sebelum beliau rawat inap selama 2 minggu di rumah sakit dan akhirnya menghembuskan nafasnya yg terakhir kali karena jantung koroner yang baru terdeteksi seminggu sebelum beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Bercerita soal bokap gw, gw jadi selalu sedih dan kangen banget sama bokap gw. Di masa hidupnya beliau selalu bertentangan & berselisih paham dengan gw. Mungkin karena beliau berbasic militer sehingga dalam keluarga gw semua orang harus melakukan sesuatu sesuai rulenya dia. Disiplin tinggi dan straight. Agak konvensional dan kolonial sih tapi walau demikian sebenarnya kedua orang tua gw itu adalah tipe orang tua yang sangat demokratis, meskipun seringkali berselisih paham dgn anak2nya (terus terang hal ini gw sadari dan gw akui setelah berpisah dan tinggal jauh dengan ortu/keluarga gw).
By The Way,…jenis racikan kopi yang pertama kali gw kenal itu kopi dusun yang bercita rasa classic banget, yaitu kopi buatan nenek gw. Kopi racikannya kental, manis dan pahitnya itu pekat banget, dari kopi tubruk yang diracik, disangarai, dan ditumbuk secara manual dengan lumpang dan alu besi. Ketika racikan itu dituangi air mendidih dalam sebuah cangkir maka akan beraroma sangat khas dan masih berasa banget butiran dari racikan kopi yang ditumbuk pas disedu….sruuuppp…wuihhh sedaappp banget …apalagi sambil makan kudapan pisang goreng dan memandang hamparan sawah yang hijau di depan mata…seedaaaapppp…….